PENGARUH EKSTRAK DAUN KELOR TERHADAP BERAT BADAN DAN PANJANG BADAN ANAK TIKUS GALUR WISTAR

Dwi Retna Prihati

Sari


Kandungan senyawa kelor meliputi nutrisi, mineral, vitamin, dan asam amino. 100 gram serbuk daun kelor terdapat 28,29 mg zat besi dan 17,3 mg vitamin C. (Ibok odura, 2010). Zat besi (Fe) adalah salah satu faktor pembentuk hemoglobin. Ketersediaan hemoglobin yang cukup membuat sistem metabolisme dapat berjalan dengan baik. Kekurangan hemoglobin tidak hanya  mempengaruhi kesehatan ibu tetapi juga mempengaruhi kesehatan janin yang dikandungnya, diantaranya  pertumbuhan janin yang terhambat  (seperti berat badan , panjang badan), kelainan morfologi janin, bahkan kematian janin. Kadar hemoglobin dibawah 8 gram / 100 ml pada ibu dapat  meningkatkan resiko ensefalopati neonatal di negara-negara berkembang (Ellis et al, 2007). Konsentrasi feritin serum yang rendah, khususnya dalam trimester pertama, berkaitan dengan retardasi pertumbuhan intrauteri dan berat lahir yang rendah.
Penelitian ini bertujuan membuktikan  pengaruh ekstrak daun kelor terhadap berat badan dan panjang badan anak tikus galur wistar. Desain penelitian adalah ekperiment laboratory dengan rancangan randomized post test group with control. Populasi adalah anak tikus wistar hari pertama, besar sampel 40 ekor dibagi secara random menjadi 2 kelompok. Kelompok kontrol 20 ekor, kelompok perlakuan (diberi ekstrak daun kelor 0,45 gr/hari) 20 ekor. Analisis statistik menggunakan Independent T-test. Nilai signifikan p<0,05.
Mean pada kelompok kontrol 3,5 dan kelompok perlakuan 3,6. Mean panjang badan pada kelompok kontrol 3,7 dan kelompok perlakuan 3,9.  Uji Independent T-test pada berat badan didapatkan nilai p=0,934. Uji Man Whitney pada panjang badan didapatkan nilai p=0,778. Kesimpulannya daun kelor dapat menaikkan berat badan anak tikus 0,1 gram , dan menambah panjang badan anak tikus sebanyak 0,2 gram.
Keywords : Daun Kelor, Berat Badan, Panjang Badan


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.